Read more: http://ridhotawaka.blogspot.com/ http://ridhotawaka.blogspot.com/#ixzz4UGVIdzMv Under Creative Commons License: Attribution

Kisaran Harga Bibit Pertanian di Bulukumba

Jika anda butuh informasi tentang harga, atau ingin memesan/membeli bibit pertanian di Kabupaten Bulukumba maka silahkan klik gambar ini.

Kabar dari Lintas Tani Nusantara

Lintan Nusantara ini berusaha memadukan konsep pendidikan dan pertanian alami dimana pada lahan yang dikerjakan terdapat tempat untuk diskusi dan berbagi ilmu pengetahuan.

Pentingnya Jaringan Bagi Petani

Untuk Meraih Kesuksesan dalam usaha maupun kerja pada bidang Pertanian maka harus didukung oleh jaringan yang kuat.

Hasil Pertanian Bulukumba

Durian dijadikan tanaman favorit karena nilai ekonomisnya tinggi dan rasanya yang enak.

Jamaluddin Dg. Abu Sang Motivator dan Inspirator Pertanian

Semesta Pertanian Mengajak seluruh penggiat, pekerja, pemerhati/simpatisan untuk bersama-sama menyerukan gerakan pertanian alami

Jumat, 17 Maret 2017

Inpirasi Tani


Menikmati hidup dengan bertani.

Ketika berkunjung ke Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, kami mendapati masyarakat sedang melakukan aktivitas di ladang. Mereka mencari mencari rejeki dari tuhan dengan jalan yang paling halal dan penuh berkah.

Jumat, 10 Maret 2017

Galeri Pertanian Desa Kanreap

Rabu, 28 Desember 2016

Teknologi dan Tantangan Baru Petani


Pernah penulis mendengar sebuah bahasa dari sahabat yang mengutarakan bahwa kehidupan di desa itu lebih baik dan lebih bersih. Kemudian sahabatku ini memperjelas dengan berbagai contoh antara lain, di kota banyak polusi udara sehingga itu beresiko untuk kesehatan kita dan lingkungan tempat kita hidup. Bukan hanya itu, masalah lain seperti suara yang bising, gampang gerah, banjir, kebakaran, pergaulan, makanan yang serba pengawet, instan dan tidak alami.

Pernyataan di atas ada betulnya tapi kalau mau dibandingkan dengan keadaan di desa saat ini sepertinya sudah ada kemiripan. Hanya persoalan kepadatan penduduk yang membedakanya. Teknologi juga sudah menyentuh wilayah pedesaan dan warga desa tidak semuanya mampu menyaring sisi negative dari perkembangan teknologi. Meskipun di Desa sedikit lebih alami sayurannya daripada di kota akan tetapi petani dan warga desa juga mulai menyukai hal-hal yang instan. Dimanfaatkannya pestisida untuk membasmi serangga maupun rumput liar di kebun dan penggunaan pupuk kimia untuk peningkatan produksi pangan.

Teknologi telah menciptakan suatu kondisi dimana hampir setiap lini kehidupan tersentuh oleh pengaruhnya. Pendidikan berkembang karena teknologi, begitupula pertanian, politik, pertahanan keamanan, kesehatan dan lain-lain berkembang karena teknologi. Meski demikian, teknologi juga membawa efek negative, salah satu contohnya adalah hadirnya pupuk kimia dan pestisida untuk peningkatan produksi pertanian. Efeknya, tanah semakin tidak sehat, termasuk tumbuhan yang ditanam pada lahan tersebut.

Yang harus dilakukan adalah kembali “pada ketentuan sang pencipta” yaitu berdasar pada petunjuk-petunjuk-Nya melalui pendekatan aqliyah maupun naqliyah. Dasarnya adalah, alam ini diciptakan dalam keadaan yang baik dan subur, selanjutnya manusia diciptakan untuk menjadi khalifah yang salah satu tugasnya adalah memelihara dan menjaga kelestarian alam. Untuk itu, tanpa menapikan perkembangan teknologi, cara-cara tradisional dan alami sangat penting dilakukan untuk kesehatan dan kedamaian hidup.

Salah satu pejuang terpenting untuk mendapatkan produk alam yang natural adalah petani dan ilmuan. Tugas petani adalah menjalankan pekerjaan dengan berdasar pada keilmuan sedangkan tugas ilmuan adalah memberikan pemahaman akan pentingnya pertanian yang sehat dan alami.

 

Minggu, 25 Desember 2016

Pengembangan Pertanian Berbasis Angro Wisata


Banyak hal yang bisa dilakukan pada lahan pertanian. Belakangan ini bertani tidak hanya berputar pada usaha tanam, pelihara lalu dipanen untuk dimakan. Berkat perkembangan teknologi, khususnya pada lingkup pertanian maka lahirlah berbagai kemajuan, salah satunya adalah hadirnya wisata pertanian atau agrowisata.

Di Sulawesi Selatan, ada beberapa perkebunan yang bisa dijadikan sebagai objek wisata. Seperti Pekebunan teh di Malino Kabupaten Gowa. Salah satu yang menarik pada destinasi perkebunan teh di Malino adalah hamparan teh yang hijau dan tertata rapi diperbukitan. Suasana tersebut sangat asri ditambah sejuknya kota Malino. Bagi pengunjung dari perkotaan tentusaja merasakan suasana alami yang menyejukkan.

Di Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan juga terdapat perkebunan yang memiliki potensi wisata. Tempat tersebut adalah Perkebunan Muntea gunung Loka, terletak di wilayah administratif desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulsel. Lokasi ini berada pada ketinggiannya 1.216 meter di atas permukaan laut. Ketinggiannya, menjadikan udara di area ini demikian sejuk menyegarkan paru-paru, setelah sepekan beraktifitas di kota yang berpolusi asap kendaraan.

Kedua contoh tersebut di atas merupakan bentuk perkembangan teknologi pertanian. Dengan demikian, petani harus semangat dan tetap berkarya mengikuti perkembangan zaman. Meskipun demikian, petani juga harus berhati-hati karena efek perkembangan teknologi tidak semuanya baik. Justru berkembangnya teknologi memiliki dampak negatif sehingga harus seperti penggunaan pupuk kimia dan pestisida.

Untuk lebih baiknya, petani sejatinya memanfaatkan seluruh seluruh bentuk pengembangan pertanian. Mulai dari perawatan, produksi buah, olah hasil, pengembangan bentuk pertanian yang salah satunya adalah pesantren pertanian (sekolah alam), agrowisata dan lain-lain. Dengan demikian, perhatian masyarakat akan petani bisa menjadi lebih baik.  

Minggu, 18 Desember 2016

Begini Gambar Kebun tanpa Herbisida


Penulis cenderung santai dan berusaha merasa nyaman melihat kondisi kebunku yang menghijau meskipun kebanyakan orang tidak tenang melihat lahan perkebunan mereka menghijau karena rumput. Mereka menganggap hal itu sebagai parasit yang akan merusak tanaman. Secara kasat mata tumbuhnya rumput memang akan menghambat tanaman karena rerumputan tersebut juga mengambil nutrisi dari tanah. Namun demikian, penulis punya beberapa alasan yang membantah prinsip mereka, sebagai berikut:

Pertama, biasanya petani memilih menggunakan herbisida untuk membasmi rumput. Kebiasaan ini akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, sehingga mengganggu ekosistem tumbuhan. Petani yang menggunakan herbisida sebetulnya memilih cara simpel namun tidak sehat karena bukan hanya rumput yang mati tetapi seluruh ekosistem yang ada didalamnya akan terkena efeknya dan akan mati perlahan-lahan.

Kedua, salah satu indikator kesuburan tanah adalah rumput dan tanaman tumbuh dengan baik. Keadaan rumput terlihat menghijau dan terbentuk eksositem hayati antara lain didalam tanah ada cacing tanah yang mengurai adalah tanda suburnya tanah. Karena rumput menghambat pertumbuhan tanaman sehingga hal tersebut harus ditaktisi. Caranya adalah mencabut atau mencangkul rumput hingga bersih. Selanjutnya tumpukan rumput akan mati dan menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman pertanian. Untuk musim kemarau sejatinya diberikan perlakukan yang berbeda yaitu membiarkan rumput tumbuh agar mengurangi efek retaknya tanah.

Ketiga, warna hijau alami dari tumbuh-tumbuhan berupa rumput dan daun tanaman memberi efek sehat pada para petani, terutaman kesehatan mata dan pernapasan.

Itulah beberapa alasan penulis sedikit agak cuek dengan rumput yang tumbuh liar dikebun. Rumputnya hanya dibersihkan dengan mencabut atau mencangkul. Tapi tidak bersih total. Seperti ini gambar kebunku yang hijau dan sudah lebih dari 10 tahun bebas dari herbisida dan pupuk kimia.